FPIK UTU dan WCS Aceh Kolaborasi Riset Ekologi Laut di Kepulauan Banyak
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • 12. 08. 2020
  • 0
  • 282

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar melakukan kegiatan penelitian bersama dengan WCS (Wildlife Conservation Society) Wilayah Kerja Aceh terkait Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung pada akhir tahun ini merupakan gagasan dari FPIK UTU sebagai salah satu fakultas yang fokus pada penguatan sumberdaya kelautan dan perikanan di sepanjang laut dan Pesisir Barat Selatan Aceh (Barsela).

Dekan FPIK UTU Prof, M. Ali S, M.Si dalam kesempatannya menyampaikan bahwa sebagai satu–satunya fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang terdapat di sepanjang pesisir Pesisir Barat Selatan Aceh, FPIK memiliki komitmen yang kuat terhadap penguatan riset dan pengabdian pada wilayah Pesisir Barat Selatan Aceh. Hal ini dibuktikan dengan tingginya aktifitas penelitian yang dilakukan oleh para dosen FPIK di wilayah Pesisir Barat Selatan Aceh, selaras dengan kegiatan Praktikum Kuliah dan Paktik Kerja Lapangan yang berfokus disepanjang wilayah Pesisir Barat Selatan Aceh. Dengan adanya kerjasama antara FPIK UTU dan WCS Aceh dalam bidang penelitian, diharapkan dapat memberikan hasil kajian yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi stakeholder terkait dalam pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Kepualauan banyak serta dalam pengambilan kebijakan lingkungan.

Kepulauan Banyak merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di kabupaten Aceh Singkil dimana terdapat beberapa pulau yang juga menjadi habitat peneluran berbagai jenis penyu, salah satu penyu yang paling banyak bertelur di pulau ini adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas). Kepulauan Banyak merupakan Kawasan Konservasi Dilindungi yang telah ditetapkan sejak tahun 1996 melalui SK Menteri Kehutanan No. 596/Kpts-II/1996; Tgl 16-9-1996 dan mengalami perbaharuan melalui SK  SK.103/MenLHK-II/2015 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.865/Menhut-II/2014 Tanggal 29 September 2014 Tentang Kawasan Hutan Dan Konservasi Perairan Provinsi Aceh. Sebagai salah satu wilayah dengan sumberdaya  kelautan dan perikanan yang tinggi, ditambah dengan adanya wilayah perlindungan khusus, kajian ilmiah pada wilayah tersebut sangat penting untuk dilakukan guna memberikan informasi ilmiah yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Lainnya :